
Angin yang runtuh...
Dahan yang kering...
Akar yang gersang...
Tak menafikkan akan raut masa yang hendak memudar...
Gelimang tangis, suka, canda, dan tawa...
Telah menghias hari dengan penuh arti...
Alampun mulai bertanya, hendak apakah gerangan hari kan tertuju...
Kesia-siaankah, kegalauankah, bahkan kebahagiaankah...
Hanya kesadaran diri yang dapat mengungkap...
Hendak kemanakah langkah...
Titah alam pun bertutur tak kan bisa kembali setelah waktu bergulir tanpa tersadari...
Penyesalan tak mengungkap arti apa-apa...
Akan tetapi peralihanlah yang dapat merubah semua..
Dengan deru hati yang beritikat dan siap mengahalau rintang yang tlah membentang...
Laju akan asa bertutur tapi tak berperih...
hanyut air terseragam rapi menuju arah yang pasti...
bermuara dalam lautan abadi yang berkerumun mutiara hati...
letih kaki tertatih namun tak memupus harapan yang suci...
Curam tebing sembilu membalut dan menghadang bak rajut jeruji yang mengekang...
Aduhai itu hanya gertakan alam...
Cemangat yang berkobar telah memutih bak sinar rembulan...
Jalan yang berliku terjal kini terang dan lapang...
Peluh yang tertetes, luka yang tergores...
Telah menuai hikmah dalam tantangan hidup yang berhias halang dan rintang...