Kesejahteraan Ummat Yang Terkekang

Posted by ldkmtsapp On 10/14/2010 07:35:00 AM

Oleh : Ubaidillah Al-Farabi


Wahai dunia, aku marah, aku benci, dan aku sangatlah muak!

Ketika kebiadaban dengan pongahnya berlenggang

Ketika pembantaian tak lagi dapat diredam dengan HAM

Ketika penghinaan dimuliakan atas nama kebebasan

Ketika kemuliaan perempuan terus dikebiri oleh kaum feminis

Ketika penjajahan bersembunyi dibalik ketiak demokrasi

Ketika para penguasa terus berkhianat

Ketika anjing-anjing komperador tak henti menjilat Kapitalisme

Ketika penjarahan bertameng liberalisasi tak kuasa ditolak

Ketika hijaunya bumi tergadai oleh tamaknya industri

Ketika kemiskinan terus diproduksi oleh tatanan neolib

Ketika kelaparan terjadi di lumbung padi

Ketika, ketika dan ketika

Kapitalisme mengubur ummat ini hidup-hidup


Wahai dunia,

Inginku berteriak tak terputus

Atas tercabik-cabiknya negeriku

Inginku menangis tak terhenti

Atas penumpahan darah, perampasan kehormatan dan segala penyiksaan ini

Anak tertindas,kehormatan terampas, pendidikan terhempas dari pencerdasan generasi penerus ummat


Tapi, segala tak terbayar!

Wahai dunia,

Inginku rengkuh ummat disaat yang lain mulai angkuh

Inginku selimuti setiap jiwa yang kedinginan

Inginku naungi setiap jiwa yang terlunta

Inginku suapi setiap jiwa yang kelaparan

Inginku obati setiap jiwa yang terluka

Inginku dekap setiap bayi yang tak berbapak

Inginku tatih setiap jompo yang lemah

Inginku rengkuh segala ketidakberdayaan dengan tanganku


Tapi, letihku tak terobati!

Wahai dunia, kian parahkah kondisimu kini?

Kemanakah kesejahteraan yang selama ini didamba-damba

Apakah penindasan dan pemerkosaan ummat ini yang kau sebut kesejahteraan

Bukan, bukan, dan bukan itu

Wahai dunia yang berkecamuk dalam kemewahan

Aku bukanlah lawan yang sepadan baginya

Aku terlalu payah untuk menambal sulam bobroknya tatananmu kini

Sungguh tak bisa dan takkan pernah bisa

Segala bejat dari akar pengaturannya

Tak cukup reformasi

Kau butuh revolusi

Revolusi Putih yang menjunjung tinggi perbaikan iman dan taqwa ummat masa kini

Hikmah Menjernihkan Hati dengan Zakat

Posted by ldkmtsapp On 10/12/2010 08:09:00 AM

REPUBLIKA.CO.ID,Hati dan pikiran yang jernih akan melahirkan perbuatan yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Sebab, kejernihan hati dan pikiran, selalu dilandasi dengan semangat keikhlasan untuk mengabdikan dirinya semata-mata karena Allah. Itulah salah satu ciri orang yang beriman. Perbuatan yang demikian itu akan mampu menjadikan dirinya sebagai pembersih jiwa untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS Asy-Syams [91]: 9-10).
Banyak cara dan langkah yang diajarkan Islam untuk menjernihkan hati dan pikiran tersebut. Pertama, memperbanyak istighfar (memohon ampun) kepada Allah SWT disertai keyakinan untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang salah.
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS Ali Imran [3]: 135).
Kedua, membiasakan zikir dengan lisan, hati, dan amal perbuatan. Dirinya meyakini bahwa segala sesuatunya telah ditentukan oleh Allah. "(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (QS Ar-Ra'du [13]: 28-29). Ketiga, memperbanyak zakat, infak, dan sedekah. Kesadaran untuk berzakat akan mampu mengembangkan dan memberikan keberkahan pada harta yang dimiliki (QS Ar-Ruum [30]: 39), serta mampu menjernihkan hati dan pikiran. "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS At-Taubah [9]: 103). Dalam kaitan dengan kesediaan berzakat, berinfak, dan bersedekah ini juga akan meneguhkan etos dan etika kerja. Artinya, orang yang bekerja dengan hati dan pikiran yang jernih, niscaya mereka akan senantiasa senang bekerja dan tidak malas. Mereka akan menjadi manusia produktif, serta tidak melakukan perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat. (QS Al-Mu'minun [23]: 1-4). Selain itu, mereka akan senantiasa menjaga perbuatannya dari hal-hal yang negatif dan tercela. Sebab, hal itu dapat merupakan amal perbuatannya. Karena itu, marilah kita tunaikan zakat, agar harta, jiwa, hati, dan pikiran kita semakin jernih dan bersih, sehingga akan mampu meraih kesuksesan hidup di dunia maupun di akhirat. Wallahu a'lam.

Blogroll

a

footerwidget1

About

" Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" (QS.Ali-Imran :104)